Hidup Dalam Dosa
Leonardo Da Vinci adalah seorang pelukis termasyhur di seluruh dunia. Salah satu karya terbaiknya ialah lukisan Monalisa, yang memancarkan suatu senyuman misterius. Pada suatu hari, Leonardo berniat melukis sebuah karya besar, menggambarkan Tuhan Yesus (Yahshua) dengan kedua belas muridNya pada perjamuan malam yang terakhir. Untuk lukisannya ia memerlukan 2 model yang khusus: pertama model untuk Tuhan Yesus (Yahshua), kedua ialah model untuk Yudas. Model untuk Tuhan Yesus (Yahshua) dapat dijumpainya. Seorang pria yang benar-benar cocok dengan konsepnya mengenai Tuhan Yesus (Yahshua). Seorang yang lemah lembut dan penuh kasih. Selesai melukis Tuhan Yesus (Yahshua) dengan 11 orang muridNya, mulailah ia mencari orang yang cocok untuk tokoh Yudas. Ternyata mencari orang yang cocok untuk memerankan Yudas tidak semudah yang diduga. Ia keluar masuk penjara untuk memperhatikan wajah-wajah para narapidana, tukang-tukang copet, bajingan-bajingan dan para pemeras yang biasa berkeliaran dijalanan, tetapi belum juga dijumpainya orang yang cocok. Pencarian ini berlangsung sampai 3 tahun, sampai akhirnya ia menjumpai pengemis yang duduk dekat sebuah selokan. Pengemis ini tampangnya licik, kelihatan pada sorot matanya. Ia merasa, orang inilah yang cocok untuk dijadikan model Yudas. Ia segera menawarkan pekerjaan untuk dilukis sebagai model Yudas. Ketika mulai dilukis, pengemis itu menangis tersedu-sedu, sehingga ia menjadi heran dan bertanya apa sebabnya ia menangis. Pengemis itu menjawab, “ Tuan, apakah tuan sudah lupa pada saya” Tiga tahun yang lalu saya juga pernah duduk disini sebagai model tuan!” Ia mengamat-amati orang itu dengan seksama, dan akhirnya ia ingat bahwa memang benar dahulu ia pernah memakai orang itu sebagai model Tuhan Yesus (Yahshua). Orang itu kemudian melanjutkan, “Dalam waktu 3 tahun, hidupku sedemikian jauh terperosok ke dalam dosa dan kejahatan sehingga akhirnya aku menjadi seperti sekarang ini!”
Leonardo Da Vinci sudah lama meninggal, tetapi kisah ini dapat pula terjadi pada masa kini dalam versi yang berbeda. Jangankan 3 tahun.. 1 tahun, atau bahkan 1 bulan dapat mengubah manusia! Dari orang yang hidupnya salah dan baik, oleh karena dosa dapat menjadi manusia yang hina dan kotor.
“Jadikan hatikan tahir, ya Elohim, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!” (Mazmur 51:12)
© Buletin Oikos Vol 8 2006



