Sang Messias Tidak Pernah Dipanggil Y-sus
Sebuah kesaksian dari pendeta Burnie Yoseph Schumpert, dia adalah seorang pendeta dari Gereja Southern Baptist. Pengalamannya di saat dia mengetahui bahwa sang Messias tidak pernah dipanggil “Y-sus.”
Dia berkata: “Saya teringat bahwa saya menangis tatkala saya pada kali pertamanya terpikir untuk melepaskan nama Y-sus sebab saya sangat mencintai nama tersebut.”
“Kalian tidak dapat mengelak dari kenyataan mengenai apa yang terlihat dengan mata kalian sendiri, dan walaupun ada kegairahan karena mendapat pewahyuan, akan tetapi terdapat juga kepatahan hati karena mengetahui bahwa kalian telah melandaskan sebagian besar dari iman kalian diatas ajaran-ajaran yang palsu.”
-------------
Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa: “Kebenaran adalah sepokok pohon yang menghasilkan buah yang manis.” Dengan kata lain, pada mulanya sangatlah sukar untuk menelannya, akan tetapi, kemudian kalian akan bersyukur bahwa kalian telah melakukannya.
Kita semua datang dari berbagai-bagai latar belakang. Kebanyakan dari kita datang dari kalangan Kristen yang fundamentalis. Jadi kita mungkin saja memiliki persamaan di dalam kepercayaan pokok kita. Pertanyaan saya untuk kalian pada saat ini adalah – “Apakah kalian bersedia untuk naik ke tingkat yang berikutnya dalam pengertian kerohanian kalian?”
Nampaknya tingkat pengertian seseorang mengenai hal ini, dalam ukuran beberapa derajat, dapat dilihat sebagai sebuah takaran dari kedewasaan rohaniah seseorang. Saya telah membagi tingkat-tingkat pengertian mengenai kekuasaan dari Injil, seperti yang saya lihat, kedalam lima tingkat yang berbeda-beda. Ini bukanlah tingkat-tingkat yang bisa di dapati di dalam buku yang manapun, atau apakah mereka mewakili jenis yang manapun dari pembagian-pembagian ajaran pokok yang dianggap oleh Perhimpunan ini (Baptist). Mereka hanyalah pembagian-pembagian ciptaan saya untuk menerangkan dengan lebih baik bagaimana kita bergerak melalui beberapa tingkat dalam pertumbuhan rohaniah kita. Marilah kita mempertimbangkan tingkat yang pertama:
Tingkat pertama: (Kepercayaan tulus)
(Markus 10:14-16)
Sebagai seorang anak kecil, kebanyakan dari kita pernah memiliki pengertian kitab suci yang sangat mendasar. Kita memahami bahwa ia adalah sebuah kitab yang spesial dan bahwa ia menyampaikan berita dari Bapa Surgawi kita untuk mengajar kita cara-cara untuk menjadi orang yang baik.
Saya mungkin baru berumur antara 8 atau 9 tahun sebelum saya mendapatkan bahwa setiap orang di dalam dunia ini tidak mempercayai kitab suci seperti saya dan keluarga saya. Hal itu baik bagi anak-anak yang berada di tingkat yang pertama. Yahshua memuji kebajikan-kebajikan dari imannya kekanak-kanakan. Tetapi, diharapkan, kita tidak hanya tinggal disana. Marilah kita naik ketingkat yang kedua didalam pengertian kita akan kitab suci.
Tingkat Kedua: (Kepercayaan yang membuta) Kepercayaan tulus yang tidak bertumbuh menjadi kepercayaan yang membuta.
(Matius 15:8-14)
Kemudian, saya mendapatkan bahwa ada beberapa terjemahan dari kitab suci untuk dipilih dan orang-orang adakalanya memiliki pendapat yang sangat keras mengenai terjemahan yang mana yang mereka pikir yang terbaik. Sebagain dari kalian cukup dewasa untuk teringat bahwa, untuk beberapa tahun lamanya, tidak terdapat terjemahan yang lain daripada terjemahan King James yang di pakai dalam sebagian besar kalangan iman Kristiani.
Tatkala terjemahan-terjemahan baru mulai bermunculan, ia telah menyebabkan sebuah kegoncangan. Mungkin kalian telah mengalami dan teringat pernah mendengar orang-orang memperbincangkan kegundahan mereka tatkala terjemahan versi Revised Standard, versi International, dan versi American Standard, dan versi Living pada kali pertamanya keluar.
Kalian mungkin juga teringat sebuah pengalaman di saat menghadiri pertemuan gereja dimana terdapat golongan yang setuju dan yang tidak setuju terhadap terjemahan-terjemahan baru ini sedang di perbincangkan dan mungkin kalian teringat bagaimana seorang percaya yang sudah tua berdiri dan menyatakan dengan kemuakan: “Jika kitab King James itu cukup menyenangkan Y-sus, ia cukup baik untuk saya!” Untuk pernyataan yang berani ini, sisa dari kelompok tersebut mengangguk-anggukan kepala mereka tanda setuju dan perbincangan di alihkan kepada pokok yang lain.
Di tingkat kedua seorang percaya mengenali bahwa terjemahan-terjemahan yang beraneka ragam itu ada, tetapi tidak dilanjutkan dengan penyelidikan akan asal usul dari terjemahan-terjemahan tersebut. Kebanyakan orang Kristen mendapatkan diri mereka berada di tingkat ini.
Mengenai Y-sus dan G-d (Tuhan) telah dipakai sebab demikianlah mereka bermunculan di dalam terjemahan-terjemahan yang populer. Saya sangat yakin bahwa jika terjemahan populer semuanya memakai “George” untuk nama dari Bapa dan “Fred” untuk nama dari Putra-Nya, orang-orang ini akan berdoa kepada George dan Fred. Tidak ada kemungkinan-kemungkinan lain bisa di dapatkan sebab terjemahan yang populerlah yang berwenang.
Bagan-bagan bahwa Yohanes Pembaptis sebenarnya adalah Yohanan yang Mencelupkan---bahwa Matius sebenarnya adalah Mattithyahu---bahwa Hawa adalah sebenarnya Hawwah---bahwa Paulus sebenarnya adalah Rabbi Shaul---bahwa kitab Perjanjian Lama sebenarnya adalah Tanak---bahwa kata, “Torat” telah sering di ganti menjadi, “Hukum” --- bahwa kata “anugerah” itu telah sering disalah terjemahkan---bahwa kata “salib”, yang adalah “stauros” di dalam bahasa Yunani, selalu berarti “balok-bersilang”, tonggak, kayusula, atau tongkat untuk berjalan dan bahwa ia tidak pernah di terjemahkan sebagai kata “salib” atau “crux” sampai ia di gunakan untuk kali pertamanya di kitab Latin Vulgate berabad-abad kemudian----bagan-bagan ini, bersamaan dengan yang banyak hal-hal yang lainnya, tidak dihiraukan sama sekali. Kemungkinan akan kebenaran mereka tidak pernah dipertimbangkan lagi sebab terjemahan kedalam bahasa Inggeris pribadi mereka merupakan akhir kata mengenai hal-hal tersebut. Selanjutnya, walaupun hal-hal itu benar adanya, mereka sudah tidak menjadi soal sama sekali.
Sejarah, penggunaan-penggunaan dalam tatabahasa dalam bahasa-bahasa aslinya, logika, dan sampai terjemahan secara harfiah dari sumber naskah-naskah darimana terjemahan populer yang mereka gemari berasal, sudah tidak usah di perbincangkan sama sekali. Terjemahan merekalah yang berwenang.
Pertanyaan-pertanyaan mulai membanjiri benak saya---: Mengapa ketiga nama-nama yang terpenting telah hilang secara menyeluruh dari terjemahan-terjemahan populer? Mengapa Penjelasan-penjelasan tidak menyebutkan apa-apa mengenai hal ini? Dapatkah hal ini terjadi karena sebuah kesalahan besar yang tidak disengaja oleh para penterjemah atau ia adalah merupakan usaha untuk menyelewengkan orang-orang yang percaya sedunia dengan sengaja yang mengerikan?
Bagaimana hal ini bisa terjadi? Bagaimana caranya sebuah noda dari kepercayaan kita sudah di rahasiakan untuk berabad-abad lamanya? Jelaslah, jika saya dapat melihat hal ini, seorang pelajar Ibrani akan tahu mengenai hal ini. Mengapa mereka tidak mengajarkan Ibrani kepada saya waktu di Seminary daripada membawa saya melalui 8 semester belajar bahasa Yunani?
Makin saya memikirkan hal ini, makin gusarlah saya. Karena mereka adalah para ahli, dan saya terlonjak dengan perkiraan bahwa guru-guru saya dahulu pastilah mengetahui apa yang baru saya pelajari. Maka dari itu, untuk beberapa minggu lamanya, saya marah kepada bekas guru saya di Seminary dan para professor di Perguruan Tinggi Kitab Suci. Saya anggap mereka telah menghianati kepercayaan saya. Beberapa minggu kemudian, perasaan-perasaan ini telah disusul dengan kemarahan terhadap diri saya sendiri. Saya adalah seorang pendeta Southern Baptist. Saya tahu mengenai seluk beluk yang terperinci yang cukup banyak namun ada disini terdapat sesuatu hal yang besar yang sudah lolos dari pengawasan saya.
Karena saya terobsesi untuk mempelajari semua yang dapat saya jangkau mengenai hal-hal ini dan tentang kesalahan-kesalahan terjemahan yang jelas dari naskah-naskah aslinya. Dalam tempo dua bulan, saya telah belajar bahwa para penterjemah memiliki sebuah istilah untuk terjemahan-terjemahan salah yang sangat menyolok. Mereka menamainya: “padanan yang dinamis.”
Saya dengan segeranya menyadari bahwa saya memerlukan sejilid salinan sendiri dari salinan aslinya dari teks Ibrani; jadi saya membeli sejilid “Biblia Hebraica”, sejilid Kosakata Ibrani/Inggeris, sejilid Kamus Ibrani/Inggeris, sejilid kitab Tatabahasa Ibrani, sebuah Daftar Kata Strong’s yang Lengkap dan Mendalam, ditambah dengan izin dari saudara David Olson untuk menyalin bagian pertama dari kursus bahasa Ibrani di perguruan tinggi yang diikutinya melalui internet. Saya merasa seperti sebuah senapan dengan peluruh yang penuh, siap untuk dibidikan kepada “padanan yang dinamis” yang pertama yang menonjolkan kepalanya.
Akhirnya, saya membeli sebuah kitab suci Interlinear dalam empat jilid (yang mengecewakan waktu mendapatkan ia hanya meletakkan “padanan yang dinamis” yang tradisionil dibawah kata yang diterjemahkan, seolah-olah ia adalah terjemahan yang benar). Izinkan saya berhenti sejenak untuk mengatakan bahwa ini adalah contoh yang terbaik mengapa sangatlah pentingnya untuk mempelajari bahasa Ibrani.
Jika kalian hanya bersandar kepada kecermatan dari terjemahan diantara baris-baris yang mereka akui juga sebagai terjemahan secara harfiah, kalian dapat dengan mudahnya diselewengkan). Saya percaya bahwa siapa saja yang bisa berbahasa Inggeris dapat belajar bahasa Ibrani untuk menguji hal-hal ini dengan mata kalian sendiri.
Apabila kalian sudah tiba di tingkat keempat dari pengertian akan wewenang kitab Injil, hal itu adalah merupakan sebuah pengalaman emosionil. Kalian tidak dapat mengelak dari apa yang kalian pandang dengan mata kalian sendiri, dan walaupun hal yang menggairahkan untuk mengalami kegembiraan karena pewahyuan, akan tetapi terjadi juga kepatahan hati untuk mengetahui bahwa kalian sudah melandaskan sebagian besar dari kepercayaan kalian yang berarti kepada ajaran-ajaran yang palsu. Hal itu akan memerlukan beberapa waktu untuk menyortirnya dan pada masa pengolahan empat soal akan terjadi:
(a) Kalian akan direndahkan hati. Kalian akan menyadari bahwa walau bagaimanapun pasti dan tulusnya kalian terhadap kepercayaan kalian pada waktu yang lalu, ia masih saja bisa salah dalam beberapa hal yang besar. Maka dari itu, kalian tidak akan berani untuk sesumbar mengenai berapa bodohnya orang-orang lain yang tidak setuju dengan pendapat kalian.
(b) Yang kedua, kalian akan belajar untuk menguji hal-hal yang orang-orang lain ungkapkan kepada kalian daripada menerimanya dengan secara membabi buta tentang apa yang mereka katakan adalah kebenaran, hanya oleh karena mereka itu nampaknya begitu baik, atau mereka nampaknya begitu tulus, atau mereka nampaknya begitu jujur, atau karena apa yang mereka katakan sesuai dengan ajaran yang tradisionil, atau karena si pendeta adalah seorang pengkhotbah yang dinamis yang berkarisma. Saya teringat pada waktu saya datang kemari pada pertama kalinya, begitu banyak hal-hal yang ditunggang balikan sehingga saya mulai memeriksa dengan seksama setiap kepercayan yang baru yang saya jumpai sebelum saya mau menerima perkataan seseorang mengenai hal itu. Setelah beberapa waktu barulah saya mau mengenakan sepotong tallit (kain kerudung untuk berdoa), dan baru setelah beberapa minggu baru saya mau mengenakkan sebuah kippah (songkok). Setiap kali saya mempelajari sesuatu yang baru, saya menggali kitab Injil---- Hal ini baik adanya. Sebenarnya, sangatlah pentingnya bagi kalian untuk dapat memastikan kepercayaan kalian. Dengan penggalian-penggalian kitab Injil yang berlanjut teruslah yang menjadi penyebab mengapa saya dapat belajar lebuh banyak lagi di dalam dua tahun yang pertama, daripada waktu saya menghadiri program-program pelajaran kitab Injil di Seminary baik di Hardin-Simmons dan dirangkaikan dengan Southwestern Baptist Theological Seminary. Ini bukanlah merupakan tingkat permulaan dari penginjilan untuk pelayanan jangkauan keluar. Ini merupakan pelajaran tingkat perguruan tinggi “shul” (sekolah). Iman Messianic bukanlah untuk orang percaya yang malas yang tidak ingin belajar. Akan tetapi ia akan menuntun kalian kepada sebuah kebenaran, supaya kalian akan mengetahui bahwa kalian memahami soal yang kalian imani.
Dan di tingkat ketiga, iman kalian akan hidup. Ia adalah sebuah petualangan. Kita baca di 2 Timotius 3:5 --- “sambil mengenakan suatu bentuk kesalehan tetapi telah memungkiri kuasanya”. Sekali kalian mengetahui kebenaran dari nama sebenarnya dari Bapa Surgawi dan Putra-Nya, sekali kalian mendapatkan bahwa Yahshua dan para murid-Nya bukanlah orang-orang Kristen seperti apa Gereja mencoba untuk mengajarkan kepada kalian, akan tetapi mereka adalah Natzarim (Para guru Yahudi yang beribadah di sinagoge, bukan seorang “Kirchi”, sebuah tempat beribadah yang berbentuk bundar untuk menyembah “Circe,” ilah perempuan bagi musim-musim dari para penyembah berhala [dari sinilah datang kata Church]. Yahshua dan para murid-Nya [yang di ajari-Nya] memakai tzitzit dari sejak mereka berumur tiga tahun--- mereka dengan setianya mengenakan tefilim setiap hari sejak berumur 12 tahun--- pakaian luar mereka adalah sepotong tallit, sama seperti yang diajarkan oleh Ruven Preger setiap kali dia datang untuk menunjukkan pakaian-pakaian Ibrani yang tulen, mereka menyembah pada hari Sabbath yaitu dari terbenamnya matahari pada petang Jumaat, ke terbenamnya matahari pada Sabtu petang, setiap Sabbath tanpa gagal---dan mereka akan memilih kematian daripada merubah Sabbath mereka dari hari Sabtu kepada hari Minggu.
Mereka mentaati semua Sabbath yang diperintahkan, hari-hari raya, hari besar yang diperintahkan di torat dan mereka melakukannya dengan cinta-kasih dan sukacita. Kesukaan mereka yang terbesar adalah Torat dan mereka menjalani kehidupan mereka dengan iman, bukan oleh hukum. Kitab Injil mengatakan bahwa Yahshua mengambil bagian dari perayaan Channukah, Pesta Pengabdian, akan tetapi kalaupun Natal telah ada pada masa hidup-Nya, saya yakin Dia ataupun para murid-Nya tidak akan merayakannya. Yahshua gemar untuk memelihara pesta “Buah Bungaran” sebab ia menampilkan gambaran yang sebenarnya dari kebangkitan-Nya dan persembahan unjukan dihadapan Bapa, akan tetapi Dia akan memberontak dengan tradisi Gereja yang merayakan Easter (Paskah Kebangkitan) yang menyerupai dalam banyak hal seperti penyembahan kepada dewi Ishtar.
Yahshua tidak akan menggunakan penanggalan Gergorian yang menunjuk kepada penyembahan kepada berhala-berhala, atau menyebutkan nama-nama hari seminggu, yang semuanya memakai nama berhala-berhala sebab kitab Injil dengan jelasnya mengajarkan agar tidak ada nama ilah lain yang diucapkan dari bibirmu---Dia bukanlah si Yunani “Alpha dan Omega”, tetapi Dia adalah orang Ibrani “Alef dan Taw”, dan Dia tidak pernah dinamai Y-sus selama hidup-Nya.
Saya harap saya tidak menyinggung perasaan seseorangpun, akan tetapi disini saya harus berhenti untuk mengucapkan:---jika kalian tidak peduli bahwa Messias tidak pernah dinamai “Y-sus”, dan kalian lebih menyukai memanggil-Nya Y-sus sebab demikianlah kalian sudah terbiasakan---ada sesuatu hal yang salah berat dengan logika ataupun iman kalian.
Mempelajari kitab Injil dengan pola pikir seorang Ibrani, kita dapat membuka kembali lapisan-lapisan yang kita telah dicekoki selama berabad-abad melalui “Gereja Roma Sedunia (Katholik)” yang telah dibentuk oleh orang-orang non-Yahudi yang membenci orang Yahudi di abad keempat. Hal ini memerlukan waktu pengolahan dan pengabdian.
Apabila kalian melandaskan iman kalian kepada pencairan dalam terjemahan-terjemahan populer dari kita Injil yang penuh dengan apa yang dinamai “padanan yang dinamis” untuk menghindari cemohoan kepada “Gereja” yang sudah mapan dan untuk memastikan agar terjemahan-terjemahan tersebut dapat diterima oleh sistim iman Kristiani yang populer, kalian tidak akan memiliki kekuatan pribadi di dalam kepercayaan kalian.
Sampai disini, seseorang akan mungkin mengatakan: “bagaimana dengan pelayanan-pelayanan yang dinamis dan hal-hal yang mengesankan bahwa Gereja nampaknya sedang alami dalam beberapa hal?” Tanggapan saya adalah bahwa sampai kalian memahami kebenaran-kebenaran Messianic, Yahweh akan “berkedip” akan ketidak-tahuan kalian dan masih memberkati kalian. Pada taraf ini, hal tersebut masih belum merupakan kesalahan kalian. Saya pikir bahwa kita semua dapat membuktikan kenyataan bahwa jika bukan oleh karena kesabaran dan toleransi dan pengampunan Bapa, kita semuanya akan berada di dalam kesukaran besar. Akan tetapi akan tiba satu harinya bilamana Dia tidak akan “berkedip” lagi. Hal itu berarti jika berita ini telah membunyikan lonceng kebenaran di dalam roh kalian, tatkala kalian keluar dari tempat ini pada malam ini, Yahweh akan tidak lagi memandang kalian sebagai seorang yang tidak bersalah dan tak berpengetahuan dan tidak bertanggung jawab. Kalian tidak akan pernah lagi berdiri dihadapan-Nya dan berkata, “Saya tidak tahu.”
Hal itu mungkin terdengar sangat kasar, tetapi kabar baiknya adalah bahwa apabila kalian mengetahui kebenaran karena kalian dapat memandangnya dengan mata kalian sendiri hari demi hari, tatkala kalian mendapatkan sebuah butir lagi dari teka-teki bersambung, kalian meletakkannya di dalam kehidupan kalian dan memulai menjalankan kehidupan dari sejak itu --- dan kalian mulai menggunakan Nama-nama sebenarnya, dan kalian untuk pertama kalinya mulai menyembah dalam cara yang senantiasa diinginkan-Nya agar kalian lakukan --- dan kalian mulai mengetahui apa arti sebenarnya dari “dipisahkan” (dikuduskan) itu---disanalah penyembahan akan menjadi sangat menggairahkan.
Dan pada tingkat keempat --- selagi kalian menyortir kepercayaan yang baru ini di dalam tingkat pengertian yang keempat, kalian akan merasakan bahwa kalian sedang melepaskan sebanyak-banyaknya dari apa yang kalian sudah pelajari untuk menjadi gembira dan mengasihi, kalian mungkin tidak mau melakukannya. Saya teringat bahwa saya pernah menangis tatkala saya untuk pertama kalinya berpikir untuk melepaskan nama dari Y-sus sebab saya menyukai bunyinya sedemikian hebatnya. Sangatlah aneh rasanya untuk berdoa dalam Nama Yahshua. Pada mulanya saya senantiasa lupa dan ia akan keluar dari mulut saya secara tak terduga. Akan tetapi sekarang, Nama Yahshua, atau Yahshua adalah sangat lebih indah pada telinga saya sebab ia memiliki kedalaman makna yang dahsyat dan karena ia bukanlah yang palsu---ia adalah yang sebenarnya.
Saya telah menulis dua jilid berkas-berkas panjang untuk arti dari “Yah” dan dari “Yahshua”, akan tetapi tidak seorangpun dari antara kalian yang pernah mendengarkan sebuah khotbah dari mimbar gereja mengenai arti dari nama Y-sus, sebab ia adalah sebuah nama yang datang kepada kita yang bersumber dari para penyembah berhala dari abad keempat. Sebagian dari kalian masih sedang menyortir soal pesta Natal secara pribadi dan bersama keluarga.
Setiap tahun, kalian melihat tanda-tanda yang mengatakan “Letakkan kembali Kristus di dalam Christmas” dan “Ia bukanlah tentang harga murah di mall, ia mengenai seorang bayi di dalam sebuah palungan.” Bagi mereka yang ingin merayakan musim yang kudus dengan nekat mencoba sebaik-baiknya---tetapi kalian tidak dapat mengambil sesuatu yang pada dasarnya adalah dari berhala dan menguduskannya. Hal itu tidak akan bisa terlaksana. Dari segi lain --- pernahkah kalian melihat sebuah tanda yang mengatakan: “Kembalikan ‘chanuk’ kepada ‘Channukah?’ Saya tahu saya sedang berguyon disini, saya tahu bahwa saya sedang berguyon untuk menegaskan hal ini.
Channukah dilandaskan atas dasar yang pada mulanya memang mengenai hal yang kudus. Ia adalah landasan bangunan, sebuah peringatan yang benar dari hal yang baik yang mengalahkan kejahatan. (Maka dari itu, dunia tidak mau menerimanya). Saya tidak mengatakan bahwa tidaklah mungkin ia di cemarkan oleh keduniawian. Akan tetapi saya mengatakan bahwa lebih gampanglah untuk menguduskan sesuatu yang memang kudus asalnya. Ingatkanlah hal ini dan pelajarilah dengan baik--- setiap kali Yahweh menyuruh kalian untuk melepaskan sesuatu, Dia akan memberikan kepada kalian sesuatu yang lebih baik untuk menggantikannya.
Jika kalian baru memasuki tingkat keempat pada saat ini, saya mau mendorong kalian untuk tidak menyerah. Walaupun pohon kebenaran nampaknya pahit pada mulanya, dalam beberapa saat kemudian ia akan menghasilkan buah yang manis. Kalian tidak akan menyesal untuk melakukan apa yang kalian ketahui benar adanya. Jangan lupa---Wewenang kita berada di dalam naskah-naskah yang asli yang ditulis di dalam bahasa aslinya.
TERJEMAHAN-TERJEMAHAN POPULER HANYA MEMILIKI WEWENANG SEJAUH MEREKA MENYATAKAN DENGAN BENAR MAKNA ASLI YANG DI DAPATI DI DALAM NASKAH-NASKAH YANG MULA-MULA, DAN DI DALAM BAHASA-BAHASA ASLINYA.
Hal ini berarti bahwa terjemahan kedalam bahasa Inggeris yang terbaikpun (sampai kepada terjemahan yang kita pakai yang dinamai, “The Scriptures”) akan akan ada kekurangan yang menyedihkan untuk menyatakan sepenuhnya ayat-ayat yang penting. Kita harus belajar untuk kembali kepada teks yang aslinya. Apakah itu sulit --- tentu saja. Apakah hal itu ada nilainya? Sebaiknya saya menanyakan hal itu dengan cara lain---Apakah tujuan kalian kepada kekekalan penting bagi kalian? Demi kebaikan kalian dan kebaikan untuk orang-orang yang memandang kalian untuk bimbingan dan di contoh, marilah kita membenahi diri dengan melakukan yang benar mulai sekarang ini. Marilah kita mengenal dan mengakui wewenang kitab suci yang benar, lalu kita membangun kepercayaan kita di atasnya!!!
Di hari Sabbath yang mendatang, saya akan mengungkapkan bagian kedua dari berita ini dimana saya akan berbagi dengan kalian tingkat pengertian yang kelima. (Ya, tingkat kelima, mau percaya apa tidak). Tingkat ini menyangkut pengakuan akan pola sejarah dan perbedaan-perbedaan yang menyolok dalam sikap-sikap dari antara para penulis Ibrani dan para penterjemah orang non-Yahudi yang dini dalam hal yang berhubungan dengan ketepatan dari Tanak (Perjanjian Lama).
Terima kasih untuk perhatian kalian pada malam ini dan semogah Yahweh, melalui “pancaran” (dalam bahasa Ibrani berarti ‘memperanakan’) Putra-Nya, yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup, memimpin kita untuk menjadi serupa dengan kemuliaan-Nya melalui persekutuan dengan penderitaan-Nya. Amin.
Labels: christmas, j-sus, jesus, kristen, mesias, natal, y-sus, yahshua, yahushua, yesus




0 Comments:
Post a Comment
<< Home