Wednesday, November 24, 2010

Amazing Grace..

Amazing grace! (how sweet the sound)
That sav'd a wretch like me!
I once was lost, but now am found,
Was blind, but now I see.
(John Newton, Olney Hymns, 1779)

Lirik lagu tersebut mengingatkan kita akan betapa besarnya Kasih Bapa kepada manusia yang hina dan penuh dosa, sehingga memberi anugerah berupa Firman yang menjadi sama dengan manusia. Supaya siapapun yang percaya kepada FirmanNya, dapat dibebaskan dari belenggu dosa yang awalnya menuntun kepada kebinasaan (Yohanes 3:16).
Kini dapat dibebaskan dan menuju kepada kehidupan kekal. (Yohanes 11:25)

Dalam Hosea 4:6 tertulis bahwa umatNya binasa karena kurangnya pengetahuan akan Firman Tuhan.

Firman itu sudah menjadi manusia; Firman yang merupakan kegenapan dari 7 hari raya yang telah Bapa tetapkan sendiri.
Telah, sedang dan akan digenapi oleh sang Firman.

Berikut ini secara singkat relevansi 7 hari raya dengan penggenapan rencana YHWH Elohim melalui Yeshua Ha Mashiakh (atau yang lebih dikenal dengan Yesus Kristus); sang Firman.

1. Paskah (Pesakh)
Bangsa Israel dibebaskan dari perbudakan dan dibawa keluar dari Mesir. Manusia yang semula adalah budak (dosa), dimerdekakan dari perhambaan. (Keluaran 12:51).
Yeshua menggenapinya dengan menjadi korban "sembelihan" ganti dosa-dosa umat manusia. Sehingga manusia yang semula diperhamba oleh dosa, melalui pengorbanan Yeshua menjadi umat yang "dibebaskan & merdeka. (Yohanes 8:36)

2. Roti tak beragi (Keluaran 13:6)
Manusia diajar untuk hidup tanpa cacat cela. Roti yang adalah sumber hidup, tidak dicampur dengan ragi yang identik dengan "pengembang" atau dengan kata lain hidup ini tidak dipengaruhi dengan hal-hal atau ajaran yang tidak semestinya. (Lukas 12:1)
Yeshua menggenapinya dengan menjadi contoh "hidup", bagaimana seharusnya umatNya menjalani kehidupan tanpa cacat cela. (Roma 11:16)

3. Buah Sulung (Keluaran 13:2)
Manusia memberikan persembahan yang terbaik dan yang sempurna bagi Bapa. (Kejadian 4:4)
Yeshua adalah persembahan yang sempurna bagi Bapa. Yeshua adalah buah sulung kebangkitan dari kematian. Yang awal dari segala yang bangkit. (1 Korintus 15:20) (Wahyu 1:5)

4. Pentakosta
Saat dimana bangsa Israel menerima Torah di gunung Sinai. (Keluaran 19:1). Hal yang sama terjadi saat pencurahan Roh Kudus di Yerusalem (Kisah Para Rasul 2). Melalui Roh Kudus yang diberikan oleh Yeshua, Torah dituliskan didalam hati manusia yang percaya dan menerimaNya. (Ibrani 10:16) (2 Korintus 3:3)

5. Sangkakala (Imamat 23:24)
Seruan pertobatan yang identik dengan pembaptisan. (Lukas 3:3). Manusia diingatkan untuk merefleksi diri dan kembali kepada jalan Tuhan.
Yeshua akan memanggil mempelai-mempelainya (kedatangan yang kedua kali) untuk sama-sama bertemu diudara (masa pengangkatan) (1 Tesalonika 4:17) (Wahyu 1:7)

6. Pendamaian
Manusia kembali diperdamaikan melalui korban penghapusan dosa (Imamat 16:10,22).
Yeshua adalah korban penghapusan dosa untuk memperdamaikan kembali manusia dengan Bapa YHWH. (Kolose 1:22)
Dengan demikian manusia kembali dilayakkan dihadapan Bapa YHWH (kedatangan yang kedua kali).

7. Pondok Daun
Mengacu pada penyertaan YHWH dipadang gurun selama perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir, dari tempat perbudakan. Bapa YHWH berkemah (Sukkah / Sukkot) ditengah umatNya.
Yeshua, putra Elohim, telah lahir dan berdiam (berkemah) ditengah-tengah umatNya. (Yohanes 1:14)
Yeshua datang sebagai Raja (kedatangan yang kedua kali) dan akan memerintah bersama umatNya dalam kerajaan 1000 tahun. (Wahyu 20:4-6)

Dari penjelasan singkat diatas mengenai 7 hari raya, jelas bahwa Bapa YHWH memiliki rencana besar atas sebuah karya keselamatan dan hal-hal tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja. Terutama bagi mereka-mereka yang percaya bahwa Yeshua (Yesus) adalah Mesias (Kristus).

Bukankah Yeshua (Yesus) sudah menggenapi semua yang ada di PL? Untuk apa lagi kita turut merayakan 7 hari raya tersebut?

Benarkah pernyataan demikian?

Jika tidak perlu merayakan lagi, mengapa di dalam gereja masih dilaksanakan perayaan Paskah? atau mungkin Pentakosta? bahkan Natal, yang tidak ada sangkut pautnya dengan 7 hari raya. Bagaimana dengan seruan pertobatan, apakah sudah tidak diperlukan lagi? Kenapa hanya sebagian-sebagian saja? Apakah ini hanya tiruan, supaya umatNya tidak melakukan seperti yang Bapa kehendaki?

Karena jika tidak percaya akan hari-hari raya yang sudah Bapa tetapkan sejak semula, berarti tidak percaya karya keselamatan dari Bapa yang digenapi oleh Yeshua (Yesus). Disamping itu pula, tidak percaya karya Roh Kudus, bahkan mendukakanNya. Beranikah anda?

Seperti halnya Perjanjian Baru (Perjanjian yang diperbaharui / PB) adalah kegenapan dari PL, maka keduanya masih tetap berlaku. (Matius 5:17)
Jika PL dinyatakan tidak berlaku (oleh sebagian besar golongan), maka apa yang digenapi oleh PB? Apakah 10 perintah dalam PL yang didalamnya terdapat "hormatilah bapak dan ibumu, jangan mencuri, jangan membunuh" juga dinyatakan tidak berlaku lagi?

Justru karena apa yang kita lakukan tidak pernah sempurna, untuk itulah Yeshua diberikan oleh Bapa YHWH (Yoh 3:16), untuk menyempurnakan ketidakmampuan kita, sehingga kita dilayakkan dihadapan Bapa.

Dengan demikian, dimanakah posisi Natal (25 Desember)? apakah termasuk dalam rencana Bapa? Apakah kitab suci mendukung akan hal itu atau hanya rekaan manusia semata (Matius 15:8-9)?
Manusia lebih taat kepada aturan buatan manusia sendiri dibanding taat kepada hal-hal yang ditetapkan oleh Bapa YHWH.
Jikalau demikian adanya, bagaimana injil (kabar baik) dapat diberitakan kepada semua orang?

Kita adalah saksi-saksi hidup dari sang Mesias (Kristus) yang adalah Firman (Kebenaran) itu sendiri. Jika kita menjadi saksi atas suatu hal yang "tidak benar", apakah masih bisa disebut saksi-saksi Mesias (Kristus)? Bukankah dengan demikian kita akan disebut saksi-saksi "palsu" karena memberitakan ketidakbenaran?

7 hari raya yang ditetapkan Bapa sejak semula, merupakan blue print dari rencana karya keselamatan. Seorang hamba dosa, ditebus dan diselamatkan, bahkan memerintah dalam kerajaan bersama sang Raja, bukankah ini disebut "kabar baik"?

Semula dibutakan oleh ilah-ilah jaman ini, dengan segala penyelewengannya, kini kembali kepada rencana Bapa dan hidup dalam janji karuniaNya..

Amazing grace! (how sweet the sound)..


Shalom & Tuhan memberkati.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home