Friday, November 30, 2007

4G

Peraturan-peraturan atau hukum sebenarnya dibuat supaya ada kedisiplinan, ketaatan dalam tata cara hidup bermasyarakat. Namun sayangnya, banyak orang beranggapan bahwa "hukum atau peraturan dibuat kan agar dilanggar". Kalimat seperti itu pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Ada yang bilang, "uh.. sok suci lu.., sok taat sama Tuhan"

Pada dasarnya manusia tidak pernah mau diatur. Manusia memiliki egonya masing-masing.
Memang.., Tuhan tahu tiap manusia memiliki keinginan bebas.
Namun, apakah Tuhan bersifat memaksa? Hmm.. i don't think so...
Justru karena itulah, Tuhan selalu memberikan pilihan kepada manusia.
Jika Tuhan menginginkan sesuatu dari kita, itu pasti sesuatu yang baik.
Tapi jika kita tidak melakukannya maka kita berada diluar naungan kasihnya.
It means.. kita termasuk orang yang tidak patuh dan kita berada diluar rencanaNya..
Padahal ada tertulis bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan.
Artinya ketidakpatuhan itu berakibat adanya hukuman.

Apa yang membuat manusia jatuh dalam dosa?
Simple.. awalnya hanya sebuah keinginan karena adanya bujuk rayu si iblis..
Manusia melanggar ketetapan Tuhan dan pada akhirnya terbelenggu oleh dosa..
Dosa itu menyertai kemanapun manusia pergi, turun temurun sampai saat ini..
Bahkan Tuhan sudah memberi 10 perintah yang dikenal sebagai Taurat Musa.
Didalamnya ada ketetapan-ketetapan bagaimana sebaiknya hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan kepada sesama manusia. Tetap saja manusia tidak mematuhiNya, bahkan masih menyembah berhala, menyembah patung buatan tangannya sendiri.

Manusia menginginkan Tuhan namun manusia juga menginginkan berhala sesembahannya. Manusia menginginkan sesamanya, manusia menginginkan apa yang dimiliki oleh sesamanya. Manusia ingin harta yang banyak, lebih dari keinginannya dekat dengan Tuhan. Manusia menginginkan istri sesamanya, suami sesamanya, anaknya, hartanya. Manusia iri dan mulai mencari cara untuk mewujudkan semuanya. Manusia mulai membunuh. Dengan demikian kejahatan semakin merajalela. Sekalipun manusia melakukan korban penghapusan dosa. Hal ini tidak pernah bisa menghapus dosa-dosanya. Karena manusia akan tetap melakukan hal yang sama, yaitu semua keinginan-keinginan daging. Semua yang dilakukan hanya akan menjadi sebuah ritual, sebuah kebiasaan.

Tuhan sudah berulangkali memberi peringatan bahwa kejahatan membawa manusia kepada maut atau kematian. Tapi hukum yang Tuhan berikan hanya membuat manusia semakin nyata kesalahannya. Tuhan merasa manusia tidak akan ada yang mampu melakukan hukum-hukum yang diberikan. Secara jasmani manusia melakukan ibadah yang seolah-olah sejati. Supaya dilihat orang lain sebagai manusia yang taat. Dinilai sebagai orang yang baik. Padahal yang baik belum tentu benar.

Namun oleh karena KasihNya, Tuhan sendiri yang datang sebagai manusia untuk menjadi korban penebusan dosa.
Y-sus (Yahshua) yang tidak berdosa, tidak bercacat cela, rela menderita bagi seluruh umat manusia.
Disiksa, disesah, sampai akhirnya mati disalib dan darahNya tercurah hanya untuk menebus dosa manusia.
Semua ini merupakan bagian dari rencana keselamatan manusia.
Bahwa melalui Y-sus (Yahshua), manusia ditebus dosa-dosanya dan dipulihkan kehidupannya.
Percaya kepada Y-sus (Yahshua) melepaskan manusia dari alam kematian.
Y-sus (Yahshua) sudah mengalahkan alam maut atau kematian. Ini membuktikan bahwa kehidupan kekal ada pada Dia.
Dia satu-satunya jalan ke sorga. Tidak ada nama lain di dunia ini yang olehnya kita dapat beroleh keselamatan selain Y-sus (Yahshua)
Dan kita yang percaya kepada Y-sus (Yahshua) dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita sudah diampuni dan diselamatkan

Itu semua ANUGERAH Tuhan, bukan hasil kerja keras atau usaha manusia..

Labels: , , , ,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home