Friday, November 16, 2007

Yesus (Yahshua) sebagai teladan

Mengapa Yesus (Yahshua) disebut sebagai Tuhan yang menjadi manusia?
Banyak orang meragukan, bagaimana bisa, Tuhan menjadi manusia. Kalau Dia Tuhan, mengapa disalib? Mengapa Dia tidak berdaya, bukankah Dia Tuhan?
Banyak orang tidak mengerti rencana Tuhan. Bukan hanya tidak mengerti, melainkan tidak mau mengerti rencanaNya. Orang percaya kalau hal yang dibicarakan masuk akal, bisa dinalar dengan pikiran. Jadi kalau tidak masuk akal, orang cenderung tidak percaya.
Yang lebih mengherankan sebenarnya ada disekitar kita. Sampai saat ini masih ada orang yang menggunakan ilmu-ilmu hitam. Orang itu bisa merubah dirinya menjadi sesuatu yang lain. Dan anehnya kebanyakan kita bisa percaya akan hal itu.
Padahal, kita tahu Tuhan Maha Kuasa. Mampu melakukan apa saja seturut dengan kehendakNya. Tapi seringkali kita meragukan kuasaNya dalam kehidupan kita.

Tuhan tahu, manusia tidak akan pernah bisa mencapai kesempurnaan dalam hidupnya. Terutama dengan kekuatannya sendiri, dengan usahanya sendiri. Karena manusia cenderung berbuat dosa. Walaupun Tuhan menurunkan Taurat. Manusia bukannya mentaatinya, melainkan manusia semakin nyata perbuatan dosanya. Karena manusia cenderung mengingini. Cenderung menghancurkan musuh, terlebih membunuh demi kepentingannya sendiri. Manusia lebih menuruti keinginan duniawi. Manusia memikirkan harta, kekayaan, nafsu dan lain sebagainya.
Dengan semua itu, manusia tidak akan pernah bisa mencapai kesempurnaan.

Tuhan tahu yang terbaik buat kita. Tuhan tidak mau kita selalu mengeluh untuk hal-hal yang sedang kita hadapi. Kita sebagai manusia bisa saja berkata, "Engkau kan Tuhan, Engkau tidak merasakan yang kami rasakan. Karena Engkau tidak merasakan bagaimana hidup sebagai manusia. Bagaimana Engkau tahu yang kami hadapi..??"

Untuk itulah Tuhan datang ke dunia sebagai manusia. Supaya Tuhan bisa berbicara dengan manusia menggunakan bahasa yang manusia mengerti. Supaya Tuhan bisa memberikan jalan keluar dalam menghadapi masalah kehidupan kita. Supaya Tuhan bisa memberi contoh yang nyata kepada manusia. Tuhan sendiri yang memberi contoh, bagaimana seharusnya kita berdoa, bagaimana mengasihi musuh kita, bagaimana hidup kudus sesuai dengan kehendakNya.
Bagaimana menyerahkan seluruh kehidupan kita kepada Bapa di sorga.

Mungkin ada yang menganggap suatu kebodohan, jika kita mengasihi musuh kita.
Justru disitulah letak perbedaan Tuhan kita, Yesus Kristus (Yahshua ha Mashiach). Karena Tuhan kita itu Kasih. Kalau kita membalas kebaikan orang yang berbuat baik kepada kita, apa bedanya dengan orang yang tidak percaya Tuhan?
Yesus (Yahshua) adalah contoh yang nyata, contoh yang hidup. Bukan imajinasi manusia, atau pengarang novel. Bahwa manusia dapat hidup berkenan kepada Tuhan, jika kita sebagai manusia menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan.

Bukan berarti kita tidak mengalami masalah atau pencobaan dalam kehidupan ini. Tetapi Tuhan membantu kita untuk mampu melalui masalah atau pencobaan itu.

Be blessed..

Labels: , ,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home