Berapa saya harus bayar?
Ayah saya adalah seorang pendeta di suatu desa. Cerita ini merupakan bagian dari memori masa kecil saya. Ketika itu kami tinggal di suatu rumah pertanian yang indah dekat Wayland, Michigan, yang dipinjamkan ke gereja sebagai rumah pastori.
Pada suatu Sabtu pagi, saya pergi dengan ayah ke kota. Di jalan ayah melihat papan yang menawarkan telur segar dan ayah hendak membelinya. Ayah berhenti di depan sebuah rumah pertanian berwarna kuning yang dinaungi pohon-pohon rindang. Saya menunggu di mobil. Ayah mengatakan akan segera kembali. Tetapi tidak. Ini memang bagian yang tak lepas dari seorang anak pendeta. Percakapan bisa segera menjadi menarik dan menunggu adalah tugas biasa bagi saya. Akhirnya ayah melambaikan tangan mengucapkan selamat tinggal kepada pasangan tua di sana dan kembali ke mobil dengan gembira.
Dia menjelaskan pada saya yang terjadi di rumah itu. Ketika berbicara dengan pasangan itu, pembicaraan sampai ke hal-hal rohani. Ayah menanyakan pada mereka pertanyaan yang telah saya dengar ditanyakannya pada ratusan orang lainnya; “Apakah Anda yakin, bahwa bila Anda meninggal hari ini, Anda akan naik ke sorga?”
Rasul Yohanes, teman dekat dan murid Yesus menulis; “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.” (1 Yoh 5:13). Ayah selalu bertanya langsung pada orang apakah mereka tahu bahwa mereka memiliki hidup yang kekal. Pasangan itu tidak yakin maka ayah pun duduk di meja mereka dan menunjukkan beberapa ayat dari Alkitab Perjanjian Baru kecil yang selalu dibawanya dalam saku. Ayah menggunakan beberapa ayat dari Kitab Roma untuk menunjukkan pada mereka empat hal:
- Setiap orang di muka bumi ini adalah pendosa. (Roma 3:10, 23)
- Upah untuk dosa adalah hukuman maut di neraka. (5:12, 6:23a)
- Yesus wafat di kayu salib untuk membayar hukuman bagi para pendosa. (6:23b, 5:8)
- Kehidupan kekal adalah anugerah bagi mereka yang percaya akan kematian dan kebangkitan Yesus. (10:9, 13)
Ketika ayah selesai menjelaskan jalan keselamatan dari Alkitab pada pasangan tua itu, air mata mengalir membasahi pipi mereka. Ayah memimpin doa singkat untuk keselamatan dan sukacita yang telah datang ke rumah tua itu. Ayah pergi dengan membawa telur dan meninggalkan pada mereka jaminan keselamatan abadi.
Dalam perjalanan ayah bercerita pada saya sesuatu yang selalu saya ingat. Ia berkata, setelah selesai mengucapkan doa dan ia bangkit untuk meninggalkan tempat itu, petani tua itu mengambil dompetnya dari sakunya dan membukanya. “Terima kasih pendeta,” ia berkata, “berapa saya harus bayar?’
Ayah mengajarkan pada mereka pelajaran pertama sebagai orang Kristen yang baru. Ia menjelaskan bahwa keselamatan adalah karunia yang tak ternilai dan tak ada uang di dunia ini yang bisa membelinya. Itu dibeli dengan dengan darah Yesus Putra Allah satu-satunya. Jadi membayar untuk itu tidaklah mungkin. Ini adalah bagian dari sukacita kehidupan Kristiani. Kehidupan abadi adalah karunia yang dibeli dan dibayar oleh Yesus. Kita tidak mungkin membayarnya. Tetapi karunia keselamatan mengilhami ribuan pemberian dalam hati anak-anakNya.
Kenneth L. Pierpont Pine Street Parsonage Fremont, Michigan (21 Oktober 02)




0 Comments:
Post a Comment
<< Home